Ketika menatap para peserta didik dalam ruangan yang berukuran kisaran 10x11 dan berjumlah hingga puluhan anak, yang terbayang adalah apakah mampu mendidik dan mengajarkan yang tak ada hubungan sama sekali, yang hanya bertemu satu setengah atau dua jam perkelas. Ragam karakter, latar belakang juga minat mesti disatukan pandangan mengikuti materi ajar yang telah ditentukan.
Berdiri juga keliling mengitari melihat hasil karya kemudian memberi nilai, terlihat ada ketidakpuasaan juga sumringah. Lalu, yang mendidik mesti berbesar hati jika tidak sesuai harapan yang direncanakan, sebab pengontrolan sepenuhnya berada pada orang tua mereka yakni generasi awal yang menyokong kestabilan emosi, pola pikir, akhlak, serta imannya.
Sebagai perempuan sekaligus muslimah mendidik diri mengambil teladan dari para ummul mukminin serta sahabiyah adalah bekal. Maka tak heran setiap memulai masuk yang mesti disampaikan, siapa idola hidupmu? sejauh mana keinginanmu seperti mereka? karena motivasi verbal berbalut iman mampu membangkitkan.
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis." maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadilah : 11)
Wawasan diperluas, persahabatan diperlebar, kedekatan ke siswa diperbaik, berkunjung ke tempat berbeda, dan Qolbu dijaga.


0 komentar:
Posting Komentar