10.8.15

Ajarkan Adab wa Akhlaq


Berapa kali seseorang mesti berteriak untuk menertibkan suasan riuh dalam proses pembelajaran, apakah cukup dengan suara bervolume tinggi, melototi peserta didik, menegur dengan bahasa menyindir atau menyentil agar tahu maksud ketidaknyaman. 

Semuanya dapat dilakukan bergantung pada kondisinya. Untuk awal proses semuanya butuh waktu untuk melihat hasil didikan, kukira mujizat apabila hanya dalam kurun waktu menghitung hari atau pekanan akan berubah, ibarat bibit tanaman disiram sesuai jadwal, tak akan tumbuh dengan baik. 

Adaptasi!!!
Menyuruh membawa alat perlengkapan belajar ke suatu ruangan, yang ada malah tersesat lalu kembali bertanya lagi. 
Sekadar say "Hai" kepada teman barunya, malah yang ada saling ejek. 

Jika sudah seperti ini paling yang keluar dari mulutnya "ibu ibu si anu." Pantas saja orang tua ke dua setelah yang originalnya adalah guru. 

~Hormati gurumu sayangi temanmu itulah tandanya murid berprestasi~

Sekadar lirikkah? tentu harusnya dihayati, sebagai orang timur tentu pembelajaran moral yang dikedepankan. Ibnu Hajar Al-Asqalany bahkan membuat kitab tentang Adab dan Akhlaq yang mencapai ratusan halaman, dan ini hanya mampu didapat jika ia memiliki ihsan dalam dirinya. 

0 komentar:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ :-? #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!

Posting Komentar